BERSAHABAT
KARENA ALLAH
Yang terhormat ……………………..
Yang terhormat …………..
Dan saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia
Yang terhormat …………..
Dan saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam, kepada-Nya kita minta ampun, dan kepadanya pula kita minta pertolongan dan kami berlindung kepada Allah dari segala kejahatan dan kejelekan perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, baginya tidak ada orang yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, tidak ada seorangpun yang bisa memberinya petunjuk.
Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. dia tidak berserikat dan Dia adalah Esa. Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan juga utusan-Nya, semoga Allah melimpahkan Shalawat dan Salam-Nya atas beliau, para keluarga dan sahabat-sahabat beliau, juga semua pengikutnya sampai hari kiamat. Selanjutnya terimakasih saya haturkan kepada saudara …………………………., yang telah memberi kesempatan kepada saya, untuk berpidato dihadapan saudara sekalian. Kali ini, tema pidato saya adalah : ”BERSAHABAT KARENA ALLAH”.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah!
Teman memiliki pengaruh yang besar sekali. Rasulullah bersabda,"Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya. (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Makna hadits di atas adalah seseorang akan berbicara dan
ber-perilaku seperti kebiasaan kawannya. Karena itu beliau Shalallaahu alaihi
wasalam mengingatkan agar kita cermat dalam memilih teman. Kita harus kenali
kualitas beragama dan akhlak kawan kita. Bila ia seorang yang shalih, ia boleh
kita temani. Sebaliknya, bila ia seorang yang buruk akhlaknya dan suka
melanggar ajaran agama, kita harus menjauhinya.
Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang
dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia,
materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling
mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan
tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.
Berbeda
dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apa pun dalam
persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam
inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah.
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
bersabda,Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, Di mana orang-orang yang
saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka
dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali
per-lindungan-Ku. (HR. Muslim).
Sebagaimana
diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ,
diceritakan, Dahulu ada seorang laki-laki yang berkunjung kepada saudara
(temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan kepadanya, Ke mana anda hendak pergi?
Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini, jawabnya, Adakah suatu kenikmatan
yang anda harap darinya? Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah
, jawabnya. Maka orang yang bertanya ini mengaku, Sesungguhnya saya ini adalah
utusan Allah kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah telah mencintaimu
sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia.
Hal yang
harus diperhatikan oleh orang yang saling mencintai karena Allah adalah untuk
terus melakukan evaluasi diri dari waktu ke waktu. Adakah sesuatu yang
mengotori kecintaan tersebut dari berbagai kepentingan duniawi?
Paling tidak, saat bertemu dengan teman hendaknya kita
selalu dalam keadaan wajah berseri-seri dan menyungging senyum. Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun,
meski hanya dengan menjum-pai saudaramu dengan wajah berseri-seri. (HR. Muslim
dan Tirmidzi).
Dalam
sebuah hadis riwayat Aisyah Radhiallaahu anha disebutkan, bahwasanya Allah
mencintai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu. (HR. al-Bukhari). Dalam hadis
lain riwayat Muslim disebutkan Bahwa Allah itu Maha Lemah-Lembut, senang kepada
kelembut-an. Ia memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan-Nya kepada
kekerasan, juga tidak diberikan kepada selainnya.
Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar
permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah
keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan
tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah.
Salah satu
sifat utama penebar kedamaian dan perekat ikatan persaudaraan adalah lapang
dada. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai
keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan.
Ia tidak membalas kejahatan dan kezhaliman dengan kejahatan dan kezhaliman yang
sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah Shalallaahu
alaihi wasalam bersabda,Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan
dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah
orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya. (HR. HR. Tirmidzi,
Al-Albani berkata hasan)
Karena itu Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajarkan
agar kita berdoa dengan:Dan lucutilah kedengkian dalam hati- ku. (HR. Abu Daud,
Al-Albani berkata shahih)Termasuk bumbu pergaulan dan persaudaraan adalah
berbaik sangka kepada sesama teman, yaitu selalu berfikir positif dan memaknai
setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik,
tidak ditafsirkan negatif. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,Jauhilah
oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling
dusta (HR.Bukhari dan Muslim). Yang dimaksud dengan berburuk sangka di sini
adalah dugaan yang tanpa dasar.
Wahai generasi
muda islam !
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Demikian apa yang dapat saya sampaikan kurang dan lebihnya, saya minta maaf yang sebesar-besarnya.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Demikian apa yang dapat saya sampaikan kurang dan lebihnya, saya minta maaf yang sebesar-besarnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركـاته
